Rahasia Selma
Rahasia Selma
Penulis : Linda Christanty
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2010 (130 hlm)
Setelah Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty meraih Khatulistiwa Literary Award 2004 untuk kategori buku fiksi Indonesia terbaik, kini Linda kembali lagi dengan cerita-ceritanya tentang dunia hari ini dalam Rahasia Selma. Rahasia orang-orang yang berjuang melawan ketidakadilan, trauma, doktrin, mitos, kesunyian, atau bahkan apa yang mereka sendiri tak tahu. Cerita-cerita ini meluaskan pandangan kita tentang manusia dan kemanusiaan, sampai ke batas-batas terjauh yang dimungkinkan.
Sapardi Djoko Damono mengatakan, dalam cerita-cerita Linda, ia membayangkan perkembangan cerita pendek Indonesia di masa datang. Kritikus sastra Nirwan Dewanto menyebut realisme Linda mencekam, justru karena antididaktik. Penyair Sutardji Calzoum Bachri menyatakan Linda menampilkan tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan. Di kata pengantar antologi dwibahasa Terra, Sandra Thibodeaux mengemukakan bahwa ketakutan yang dialami seorang serdadu Indonesia dalam Kuda Terbang Maria Pinto dengan cemerlang menggoyahkan pemahamannya tentang konflik bersenjata dan maskulinitas.
Linda Christanty is an author and journalist. Her essay Militerisme dan Kekerasan di Timor Leste (Militarism and Violence in Timor Leste) won a Human Rights Award for Best Essay in 1998. Her collection of short stories, Kuda Terbang Maria Pinto (Maria Pinto's Flying Horse), won the Khatulistiwa Literary Award in 2004. Linda's novel Tongkat Sultan (Sultan's Stick) addressed the 30-year conflict in Aceh, and socio-political status of the post-Tsunami Aceh peace process that followed. From Java to Atjeh, her latest book (non-fiction), talks about syaria law, political conflict, ethnic nationalism and homosexuality. Linda is now living in Banda Aceh, Aceh province. She is chief editor of Aceh Feature.
