Loading

Perempuan dan Politik (oleh Linda Christanty)

Posted in Essay by Linda Christanty on 02/28/2014

Sebagian dari momentum politik dunia ditandai oleh tragedi. Namun, hal itu tidak menyurutkan rasa tertarik saya kepada politik. Saya tidak melihat politik sebagai sesuatu yang jahat, berbisa dan semata-mata kelam, melainkan sesuatu yang dinamis, penuh harapan, dan menentukan kehidupan banyak orang.


Wiji Thukul dan Orang Hilang (oleh: Linda Christanty)

Posted in Essay by Linda Christanty on 02/11/2014

untuk mengenang para sahabat dan kawan yang diculik menjelang akhir kekuasaan pemerintah Suharto. untuk mengenang mereka yang tidak kembali.


Penjajahan yang Buruk dan Perdamaian dengan Masa Lalu (oleh: Linda Christanty)

Posted in Essay by Linda Christanty on 02/02/2014

Pidato Linda Christanty dalam pembukaan diskusi festival sastra Winternachten bertajuk “De Grote Vervreemding: Oost-West 1945-1950” di Den Haag, 18 Januari 2014.


Love, Death and Ignorance (by Subhatra Bhumiprabhas)*

Posted in Journalism by Linda Christanty on 11/16/2013

Indonesian SEA Write winner Linda Christanty channelled her activist views on war, politics and friendship into short stories.


Soldiers, Dogs and Other Stories (by Wisnu T. Hanggoro)*

Posted in Journalism by Linda Christanty on 11/16/2013

LINDA CHRISTANTY'S short stories talk about the problems often caused by pressure of war, gender inequality, cultural gaps and even love.


Linda Christanty: A Flair for Storytelling (by Oyos Saroso HN)*

Posted in Journalism by Linda Christanty on 11/16/2013

For short story writer and journalist Linda Christanty, 2013 is the year of achievements. In October, her short-story collection, Seekor Anjing Mati di Bala Murghab (A Dog Died in Bala Murghab), won two awards: the SouthEast Asia (SEA) Write Award from Thailand and the Prose Award from the Language Institute, Education and Culture Ministry.


Efek Jera (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 07/20/2013

KECELAKAAN mobil di Missoula, Montana membuat Ruth harus cuti beberapa waktu. Mobilnya menabrak pohon. Ia mengalami kebutaan wajah, tak dapat membedakan wajah-wajah orang secara detail.


Cerita yang Menghantam Kepala* (oleh A.S. Laksana)

Posted in Essay by Linda Christanty on 06/09/2013

UNTUK memperingati hari buku, tanggal 23 April 2013, The Guardian, Inggris, menurunkan sebuah artikel berisi kutipan sepuluh penulis tentang alasan mereka membaca buku. Kutipan kesepuluh dari Franz Kafka dan ia benar-benar mengganggu saya: “Jika buku yang kita baca tidak membangunkan kita dengan hantaman di kepala, untuk apa kita membaca? …Sebuah buku semestinya menjadi kapak bagi laut beku di dalam diri kita.”

Page 1 of 7 | Next Page

Linda Christanty is an author and journalist. Her writing has been recognized by various awards including the national literary award in Indonesia (Khatulistiwa Literary Award 2004 and 2010), award from the Language Center of the Ministry of National Education (2010 and 2013), and The Best Short Stories version by Kompas daily (1989). Her essay "Militarism and Violence in East Timor" won a Human Rights Award for Best Essay in 1998. She has also written script for plays on conflict, disaster and peace transformation in Aceh. It was performed in the World P.E.N Forum (P.E.N Japan and P.E.N International Forum) in Tokyo, Japan (2008). She received the Southeast Asian writers award, S.E.A Write Award, in 2013.

My New Book

Schreib Ja Nicht, Dass Wir Terroristen Sind!

Schreib Ja Nicht, Dass Wir Terroristen Sind!
Penerbit : Horlemann Verlag (2015)

My New Book

Seekor Burung Kecil Biru di Naha

Seekor Burung Kecil Biru di Naha
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (2015)

Klik disini untuk melihat review buku Seekor Burung Kecil Biru di Naha

Latest Updates