Cerita dari Maluku Utara (Oleh Linda Christanty)
Bagaimana kasus tanah di Maluku Utara berubah dan berkembang jadi konflik antar agama
Bagaimana kasus tanah di Maluku Utara berubah dan berkembang jadi konflik antar agama
SUATU hari di tahun 1998 Khatijah binti Amin melihat air laut berwarna merah. Barangkali itu hanya pengaruh ganggang atau pantulan cahaya matahari sore. Tapi dalam keadaan tertekan, dia tidak sempat memikirkan hal semacam itu. Rumah tahanan tempat dia disekap berada dekat laut. Dia merasa hidupnya tak lagi lama. Laut sewarna darah itu dianggapnya pertanda maut.
TENGKU Mustafa was in his 20s. He was small. Thin. Dark-skinned. His face was hairless. A black praying cap perched on his head. He was sporting a plastic jacket. He didn’t say much that morning. He fell asleep a few times. When he woke up, he stared right ahead. Tensed. He was sitting next to me, on the back seat.
Kenangan buruk tentang rezim Khmer Merah di Kamboja.
Bagaimana hubungan Darul Mujahiddin, sebuah pesantren di Aceh, dengan Front Pembela Islam(FPI) dan pelatihan militer Jamaah Islamiyah di Jantho, Aceh Barat.
Banda Aceh (ANTARA News) - Linda Christanty salah seorang penulis perempuan yang juga pimpinan redaksi Acehfeatures di Banda Aceh itu meraih penghargaan Suara Perempuan Award 2010 versi Radio Komunitas Suara Perempuan Aceh.
Direktur Pelaksana Radio Komunitas Suara Perempuan, Uzair, di Banda Aceh, Minggu (27/06), mengatakan penghargaan tersebut merupakan sebuah penilaian terhadap kontribusi, dedikasi dan inspirasi yang dituangkan Linda dalam karya jurnalistik untuk pemberdayaan perempuan di Aceh khususnya.
Usai Dari Jawa Menuju Atjeh: Kumpulan Tulisan Tentang Politik, Islam dan Gay (Kepustakaan Populer Gramedia, 2009), Perempuan kelahiran Bangka, yang menetap di Aceh dan menjadi pemimpin redaksi Aceh Feature ini tampil lagi dengan 'curhat’-nya yang baru melalui kumpulan cerita yang ditajuki Rahasia Selma (Gramedia Pustaka Utama, 2010). Apa dan bagaimana Rahasia Selma? Ini hasil wawancara jarak-jauh saya dengan Linda Christanty.
AISYAH ingin mengucapkan selamat tinggal untuk abangnya. Sesaat sebelum jasad Teungku Hasan Muhammad Ditiro atau Hasan Tiro diturunkan ke liang lahat, ia minta dibolehkan menciumnya terakhir kali. Kain kuning penutup jenazah pun dibuka, Aisyah mencium wajah terbungkus kafan itu. Para lelaki di sekitar liang kemudian mulai bekerja, menurunkan dan membaringkan abangnya di sana.