Loading

Hello people and welcome to my blog site where you can view a selection of my work, read the inner workings of my notes or simply get in touch. Go forth and munch on the sweet fruits of my endeavours.

Artikel di Fiction


Efek Jera (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 07/20/2013

KECELAKAAN mobil di Missoula, Montana membuat Ruth harus cuti beberapa waktu. Mobilnya menabrak pohon. Ia mengalami kebutaan wajah, tak dapat membedakan wajah-wajah orang secara detail.


A Dog Died in Bala Murghab (by Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 11/10/2011

A small dog lies on the street. The soldier has shot him with an automatic rifle. I almost lose grasp of my camera. I am really shocked.


Zakaria (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 02/23/2011

ZAKARIA termenung di kamarnya, yang tak pantas disebut kamar. Ruang ini markas kawanan perabot, tempat kakaknya menyimpan perkakas dapur dan peralatan makan untuk kenduri, hari raya atau menjamu tamu keluarga dari lain kota.


Seekor Anjing Mati di Bala Murghab (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 07/20/2010

ANJING mungil rebah di jalan. Serdadu itu menembaknya dengan senapan otomatis.

Kameraku nyaris terlepas. Aku benar-benar kaget.

Baru saja kulihat ia berlari-lari kecil, mengendus-endus pasir, lalu menengok sekelilingnya seperti bingung.

Aku bahkan belum memotretnya.


Ingatan (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 05/08/2010

AKU akan terus ada selama kalian mengingatku. Tapi aku khawatir aku justru tidak dapat mengingat kalian lagi. Ingatanku akan musnah, seperti ingatan siapa pun yang ada di sini. Barangkali mereka dulu khawatir juga memikirkan ingatan mereka yang akan hilang, seperti aku memikirkan ingatanku saat ini. Tapi akhirnya mereka tidak memikirkannya lagi karena ingatan mereka sendiri sudah tak ada.


Para Pencerita (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 02/22/2010

KOPER COKLAT itu masih di tempatnya yang dulu, di samping pintu dapur. Kulitnya tidak lagi mengilat,  telah mengelupas di sana-sini, bersalut debu. Dua lempeng kuncinya yang terbuat dari aluminium pun sudah berkarat. Itu koper Hasril, abangnya.  Fahmi tak paham mengapa koper itu ditinggalkan Hasril di rumah ini. Letaknya pun tak lazim. Bukan di kamar tidur, tapi dekat dapur. Semua penghuni rumah bahkan ikut menerlantarkan koper tersebut di saat wujudnya jauh lebih baik dari sekarang. Lagipula tak seorang pun di kampung mereka yang bepergian membawa koper seperti Hasril. Ia mengelana lebih jauh dibanding siapa pun. Ia menyeberangi lautan dan benua.


Sihir Musim Dingin (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 09/15/2009

DI SALAH satu jalan di Shibuya, angin bertiup kencang. Suhu delapan derajat Celsius. Sampah-sampah kertas dan plastik berserak, beterbangan di jalan. Ketika itu ia baru saja turun dari kereta, menjauhi pintu selatan stasiun dan membaur dengan mereka yang berjalan ke tempat tujuan berikutnya.


Kuda Terbang Maria Pinto (oleh Linda Christanty)

Posted in Fiction by Linda Christanty on 07/16/2009

MENJELANG senja Yosef Legiman melihat Maria Pinto mengarungi langit dengan kuda terbang. Angin tiba-tiba menggeliat bangkit dan mendesis. Udara menjelma mantra ganjil yang berdengung dalam bahasa sihir; wangi, membius segala yang bergerak dan keras kepala. Ia tertegun, menengadah, mendekap senjata laras panjang otomatis, dan teringat pesan komandannya, "Biarkan dia lewat, jangan menembak."

Linda Christanty is an author and journalist. Her writing has been recognized by various awards including the national literary award in Indonesia (Khatulistiwa Literary Award 2004 and 2010), award from the Language Center of the Ministry of National Education (2010 and 2013), and The Best Short Stories version by Kompas daily (1989). Her essay "Militarism and Violence in East Timor" won a Human Rights Award for Best Essay in 1998. She has also written script for plays on conflict, disaster and peace transformation in Aceh. It was performed in the World P.E.N Forum (P.E.N Japan and P.E.N International Forum) in Tokyo, Japan (2008). She received the Southeast Asian writers award, S.E.A Write Award, in 2013.

My New Book

Schreib Ja Nicht, Dass Wir Terroristen Sind!

Schreib Ja Nicht, Dass Wir Terroristen Sind!
Penerbit : Horlemann Verlag (2015)

My New Book

Seekor Burung Kecil Biru di Naha

Seekor Burung Kecil Biru di Naha
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (2015)

Klik disini untuk melihat review buku Seekor Burung Kecil Biru di Naha

Latest Updates